entry image

Rapat Koordinasi Pemantauan Harga Pangan


DISTAPANG SEMARANG. Rapat Koordinasi Pemantauan Harga Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang bersama Dinas Perdaganagan Kota Semarang, Bagian Perekonomian Kota Semarang, dan Kepala Pasar Tradisional di kota Semarang yaitu Pasar Rasamala, Pasar Ngaliyan,Pasar Gayamsari, Pasar Pedurungan, Pasar Johar, Pasar Peterongan, Pasar Dargo, Pasar Jatingaleh, Pasar Karangayu, Pasar Mangkang. Senin (28-01-2019).

Dalam sambutannya Drs. Sapto Adi Sugihartono, M.M selaku kepala Dinas menyampaikan bahwa salah satu tugas Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kota Semarang adalah menjaga stabilitas harga komoditas beras, jagung, kacang tanah, ubi kayu, cabe (merah besar, keriting, rawit merah) bawang merah, bawang putih, minyak horeng, tepung terigu, daging sapi, ikan asin, ikan asin teri, ikan asin layur, daging ayam ras, telr ayam ras dan gula pasir di kota Semarang. Tahun 2019 ini seminggu sekali Distapang berkewajiban melaporkan stabilitas harga tersebut pada Kementan (Kementerian Pertanian).

Di kota semarang sendiri terdapat 44 Pasar tradisional, adapun pemantauan harga pangan pokok strategis tersebut baru dilakukan di 10 pasar pada setiap harinya dan hasil dari pantaun harga  tersebut akan dimasukkan di web Distapang sehingga memudahkan masayarakat kota Semarang untuk mengaksesnya. Komoditas beras dipantau oleh Bulog sehingga dapat diketahui naik turunnya, untuk harga komoditas selain beras harga fluktuatif terjadi intervensi karena tidak terpantau maka dilakukan operasi pasar, dengan tujuan untuk meredam psikologis masyarakat. Intervensi pasar dilakukan Distapang setiap hari, 2 hari sekali pantauan harga dilakukan  bergantian pasar yang lainnya.

Menurut Ka. Bidang  Distribusi Cadangan Pangan, Drs. Nugroho Suprijanto, M.M. rapat ini bisa mengantisipasi atau mengevaluasi setiap bulannya, akan tetapi mestinya untuk laporan harian juga dilakukan evaluasi harian. Dari pantauan selama bulan Januari adalah 21 item harga komoditas pangan strategis, sedangkan komoditas yang naik ada 13 item komoditas yang dapat dilihat dari rata-rata harga. Ada juga kenaikan 9% yaitu bawang kating. Sedangkan yang turun 6% yaitu cabe merah keriting. Kapan naik dan turunnya bisa diprediksi dengan melihat tren harga pangan pokok strategis.Sedangkan untuk kaitan pasokan adalah kewenangan Dinas Perdaganagan.

Dalam sesi diskusi, Kepala Pasar Ngaliyan menyampaikan bahwa kenaikan harga dari operasi pasar untuk gula pasir lokal dan  harga minyak kemasan lebih murah dari harga minyak produksi pabrik. Sedangkan komoditas bawang bonggol adanya kenaikan disebabkan tergantung dari peminat masyarakat. Kepala Pasar Gayam Prinsip mendukung koordinasi ini, "kami siap membantu pemantauan harga 21 komoditas, tapi karena ini lintas jalur maka kami tidak berani melangkah, harus ada perintah dan persetujuan dari pimpinan". Sedangkan Bidang Perekonomian Kota Semarang menyarankan dibentuknya UPTD yang mengurusi harga pangan komoditas strategis di Kota Semarang sehingga bisa melaporkan ke atasan dan dapat mengetahui kondisi di pasar.

Pada prinsipnya Kepala Pasar menjadi sumber data Dinas Perdagangan Kota Semarang, karena datanya tdak berbeda maka Dinas Ketahanan Pangan Kota semarang meminta bantuan dari Kepala Pasar untuk laporan harga pokok pangan strategis setiap harinya. Dinas Ketahanan Pangan minta ijin Dinas Perdaganagan terkait dengan laporan 21 item komoditas agar sinkron. Sinergi ini harus tetap dijaga untuk menghindari kesimpangsiuran data, bergerak bersama, hebat bersama. (***)