Begini Cara Uji Laboratorium Sederhana Rapid Test Kit oleh Tim Uji Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang
Keamanan Pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Dan untuk mengetahui pangan dari cemaran kimia salah satunya dengan cara uji laboratorium sederhana rapid test kit ini.
Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang sendiri melalui Bidang Keamanan Pangan selalu membawa perlengkapan dan peralatan uji minilab rapid test kit ini saat melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional, pasar modern, dan kantin-kantin sekolah wilayah kota Semarang. Sebagaimana yang sudah dilaksanakan di Pasar Rasamala dan Pasar Pedurungan pada 14 November 2018 lalu.
Sebelum mengetahui cara uji laboratorium sederhana tersebut perlu kita ketahui bahaya dari Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Metanil Yellow terhadap resiko kesehatan manusia :
• Boraks
Boraks (sodium tetraborate) tampak seperti bubuk putih atau menyerupai garam yang tidak memiliki rasa. Biasa digunakan dalam deterjen, pestisida, pupuk, dan beberapa jenis obat-obatan. Penyalahgunaan boraks antara lain digunakan sebagai pengawet makanan dan membantu daging menjadi empuk, padahal boraks merupakan zat yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.
Masuknya boraks ke dalam tubuh dapat memicu beberapa gejala, seperti demam, mual, dan muntah. Paparan boraks pada kulit dan mata dapat memicu iritasi kulit dan mata merah. Pada dosis tinggi, boraks dapat menyebabkan keracunan, koma, hingga kematian.
• Formalin
Formalin bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), tidak berwarna, dan beraroma kuat. Zat ini tergolong sangat beracun jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Pemakaian formalin pada makanan di Indonesia antara lain dalam mie instan, ikan asin, tahu, dan ayam. Jajanan anak sekolah yang mengandung formalin akan berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Formalin pada dosis rendah di udara dapat mengiritasi mata sehingga menyebabkan mata berair, sakit kepala, rasa terbakar atau perih pada tenggorokan, kesulitan bernapas, hingga memicu serangan asma. Ada pula penelitian yang menyebutkan, paparan formalin dapat menyebabkan gangguan organ reproduksi pada wanita. Pada ibu hamil, zat ini dapat menyebabkan cacat janin, bahkan kematian janin di dalam kandungan. Formalin dalam dosis tinggi yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan iritasi saluran cerna dan pernapasan, koma, kerusakan ginjal, hingga kematian.
• Rhodamin B
Rhodamin B merupakan zat pewarna kimia yang biasa digunakan untuk kertas, tekstil, kayu, sabun, dan emas. Bahaya mengonsumsi zat ini yaitu dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker hati. Paparan zat berbahaya ini juga dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ tubuh lainnya, seperti ginjal dan saluran pernapasan.
• Metanil Yellow
Zat kimia metanil yellow dapat menimbulkan dampak kesehatan, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Gejala yang dapat muncul dari paparan zat ini yaitu mual muntah, diare, sakit perut, iritasi kulit dan mata, serta penurunan tekanan darah. Zat ini juga memiliki potensi untuk memicu kanker. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, metanil yellow dapat menyebabkan kanker kandung kemih.
Begini cara uji laboratorium sederhana Rapid Test Kit yang selalu dilakukan Tim Penguji Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang :
Uji Boraks
Siapkan sample pangan olahan (padat dan cair) aneka mie, tahu, ikan asin, ikan pindang dan bakso
1. Ambil sample potong kecil-kecil sebanyak 2 gr
2. Masukkan ke tabung reaksi tambahkan air 2-3 ml. Apabila sample berupa cairan, ambil 1 ml masukkan ke tabung reaksi.
3. Tambahkan 10-20 tetes pereaksi I Boraks
4. Lalu dikocok-kocok selama 5 menit
5. Celupkan ujung pereaksi II Boraks (kertas) ke dalam tabung reaksi
6. Ambil kertas pereaksi II Boraks lalu angin-anginkan biarkan terkena sinar matahari selama 10 menit
Apakah kertas perekasi II Boraks berubah warna menjadi merah?
Jika YA, berarti positif (mengandung Boraks)
Jika TIDAK, berarti negative (tidak mengandung Boraks)
Uji Formalin
Siapkan sample pangan olahan (padat dan cair) aneka mie, tahu, ikan asin, dan bakso
1. Ambil sample olahan pangan 5 gr.
2. Tambahkan air bersih, lalu haluskan
3. Ambil 1 ml larutan sample lalu masukkan ke tabung reaksi.
4. Teteskan perekasi I Formalin 3-5 tetes
5. Teteskan 1 ml pereaksi II Formalin
6. Kocok dan diamkan selama 5 menit
Apakah sample berubah warna menjadi ungu?
Jika YA, berarti positif (mengandung Formalin)
Jika TIDAK, berarti negative (tidak mengandung Formalin)
Uji Rhodamin B
Siapkan sample pangan olahan (padat dan cair) aneka snack, cincau, cenil, dawet, kolang kaling berwarna merah.
1. Ambil sample potong kecil-kecil sebanyak 2 gr
2. Masukkan ke tabung reaksi tambahkan air 2-3 ml. Apabila sample berupa cairan, ambil 1 ml masukkan ke tabung reaksi.
3. Tambahkan 10-20 tetes pereaksi I Rhodamin B
4. Tambahkan 5 tetes pereaksi II Rhodamin B
5. Tambahkan 10-20 tetes pereaksi III Rhodamin B
6. Lalu dikocok-kocok selama 5 menit
Apakah sample dalam tabung reaksi pada lapisan diatasnya berwarna ungu atau violet?
Jika YA, berarti positif (mengandung Rhodamin B)
Jika TIDAK, berarti negative (tidak mengandung Rhodamin B)
Uji Metanil Yellow
Siapkan sample pangan olahan (padat dan cair) aneka snack, cincau, cenil, dawet, kolang kaling berwarna kuning.
1. Ambil sample potong kecil-kecil sebanyak 2 gr
2. Masukkan ke tabung reaksi tambahkan air 2-3 ml. Apabila sample berupa cairan, ambil 1 ml masukkan ke tabung reaksi.
3. Tambahkan 3-5 tetes pereaksi Metanil Yellow lalu dikocok-kocok selama 5 menit
Apakah sample dalam tabung reaksi pada lapisan diatasnya berwarna ungu atau violet kecoklatan?
Jika YA, berarti positif (mengandung Metanil Yellow)
Jika TIDAK, berarti negative (tidak mengandung Metanil Yellow)
Dengan mengetahui car uji laboratorium sederhana tersebut diharapkan warga masyarakat kota Semarang pada umumnya dan khususnya bagi para kader pasar-pasar tradisional kota Semarang yang sudah mendapatkan pelatihan dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang bisa menjadi ujung tombak dalam menjaga keamanan pangan di wilayah kota Semarang.







